Sabtu, 21 Januari 2012

PERUSAHAAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN

PERUSAHAAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN

2.1 LATAR BELAKANG INDUSTRI DAN PERDAGANGAN
          Latar belakang industri dan perusahaan merupakan perkembangan secara historis dalam jangka panjang. Dimulai dari masyarakat primitive yang harus  memenuhi kebutuhannya sendiri, dengan cara berburu binatang, bertani atau bercocok tanam untuk mendapatkan kebutuhan, Setelah melalui tahap tersebut, cara atau pola hidup mereka berubah. Pada tahapan ini, kegiatan perdagangan mulai dilakukan, meskipun dalam lingkup yang sangat kecil, yakni system perekonomian dilakukan secara barter. Akhirnya mereka merasakan keuntungan dengan adanya pembagian kerja (spesialisasi). Dalam hal ini satu rumah tangga atau keluarga hanya membatasi diri terhadap produksi beberapa jenis barang. Semakin majunya suatu masyarakat membawa akibat yang lebih kompleks dalam perekonomian. Pertukaran tidak dilakukan secara barter, tetapi sudah meggunakan alat pembayaran berupa uang, sehingga utuk mendapatkan barang atau jasa, peranan uang dibutuhkan dalam hal ini.
          Pada masyarakat yang sudah maju, barang-barang dan jasa mudah didapat, baik untuk keperluan konsumsi maupun industri. Untuk menghasilkan barang dan jasa semacam ini peranan industri dan perusahaan sangat penting, oleh karena itu muncullah industri dan perusahaan untuk menjawab pertanyaan di atas.
          Sistem perekonomian suatu negara juga turut melatar belakangi terbentuknya industri dan perusahaan. Sistem perekonomian yang dipakai oleh setiap negara berbeda-beda. Ada empat bentuk system perekonomian yakni.
-Kapitalisme
          Dalam sistem perekonomian ini, seseorang bebas untuk memiliki kekayaan, memiliki perusahaan, bersaing secara bebas dalam pasar, seseorang bebas memiliki dan membuat barang atau jasa yang diinginkan. Kebebasan ini disebut dengan “Laissez Faire”. Seseorang bebas bertindak sejauh uang yang mereka miliki dan merupakan penggerak utama dari kegiatan perekonomian kapitali.
          Menurut Adam Smith dalam bukunya “The Wealth of Nation” menyebutkan adanya tangan tidak kentara dalam persaingan (invisible hand of competition). Hal ini berarti banyak individu yang memasuki dunia usaha tetapi karena perusahaan dapat berhasil dalam persaingan dengan perusahaan lain secara relatif dapat dikatakan bahwa yang kalah kurang efisien. Jadi dalm sistem kapitalis ini tedapat tiga pokok, yaitu:
(1) Hak milik atas barang modal ada ditangan orang perorang
(2) Harga barang atau jasa ditentukan oleh permintaan dan penawaran
(3) Dijamin adannya persaingan bebas, kebebasan untuk berdagang dan mempunyai pekerjaan, kebebasan untuk mengadakan kontras, dll
- Sosialisme
          Di negara-negara yang menganut faham sosialisme, pemerintahannya bersifat demokrasi. Dalam bidang perekonomian, pemerintah secara tidak langsung mendorong kegiatan ekonomi dengan merencanakan anggaran belanja, sistem perpajakan, ekspor, dll. Jadi di dalam perekonomian sosialisme, seseorang secara relatife bebas untuk memilih usaha atau pekerjaan yang diinginkan, tetapi pemerintah turut campur tangan dengan berusaha dengan berusaha menyesuaikan kebutuhan individu dengan keluhan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah hanya menguasi perusahaan-perusahaan yang vital bagi kepentingan masyarakat agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan adil dan merata.
          Pada sistem perekonomian sosialis ini, perusahaan dianggap penting untuk mendukung perekonomian suatu negara agar kebutuhan dapat dipenuhi dengan lebih efisien. Dalam sistem ini, harta kekayaan dimiliki dan diselenggarakan oleh koperasi-koperasi produksi, serikat kerja, badan hukum masyarakat, dan organisasi lain atas dasar sukarela.
-Fasisme
          Fasisme juga merupakan suatu perekonomian dan bentuk pemerintahan (biasanya dictator). Dalam fasisme, juga disebut negeri usaha, pemerintah memiliki semua industri. Dalam hal ini orang bebas  memilih tempat yang diinginkan atas persetujuan pemerintah.
-Komunisme
          Di dalam perekonomian komunisme, peranan pasar untuk menentukan arah produksi hampir tidak ada. Perekonomian komunisme dikatakan sebagai ekonomi pemerintah yang bersifat totaliter atas keputusan ekonomi yang dibuat. Di sini, hak milik seseorang dihapuskan, semua masyarakat adalah karyawan negara. Kebebasan politik diawasi secara ketat.

2.2 PENGERTIAN PERUSAHAAN
          Sudah banyak definisi tentang perusahaan yang dikemukakan oleh para ahli, yang pada prinsipnya  tidak berbeda. Namun dari definisi yang dapat disimpulkan bahwa perusahaan dapat didefinisikan sebagai suatu organisasi produksi yang menggunakan dan koordinir sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
2.2.1 Organisasi
          Organisasi berasal dari kata organ yang bararti alat. Adanya satu alat produksi saja belum menimbulkan organsasi. Setelah diatur dan dikombinasikan dengan sumber-sumber ekonomi lainnya timbullah keharusan untuk mengadakan kerja sama secara efisien, efektif dan dapat hidup sebagaimana mestinya keadaan seperti ini dapat membentuk suatu organisasi.
          Organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai sifat dinamis dalm arti dapat menyesuaikan diri kepada perubahan, pada hakekatnya merupakan suatu bemtuk yang dengan sadar diciptakan manusia untuk mencapai tujuan yang sudah diperhitungkan.
2.2.2 Produksi
          Dalam organisasi memungkinkan dilakukanya aktivitas produksi yaitu semua usaha yang ditunjukkan untuk menciptakan atau menaikkan utility..
Secara luas, usaha-usaha produksi dapat digulungkan kedalam:

a.     Produksi Langsung
Yaitu merupakan usaha-usaha untuk menghasilkan atau mendapatkan barang secara langsung, meliputi
-         Produksi Primer à Usaha untuk mendapatkan bahan-bahan langsung dari alam.
-         Produksi Sekunder à Usaha untuk mendapatkan bahan-bahan untuk mengolahnya menjadi barang lain.
b.    Kegiatan yang  Membantu Produksi Langsung
Kegiatan ini meliputi: Perdagangan ( Perdagangan besar, kecil, import, ekspor) dan kegiatan-kegiatan lain seperti distribusi, perbankan, perasuransian, penelitian pasar, dll.
c.       Produksi Tidak Langsung
Produksi tidak langsung ini tidak menaikkan nilai penggunaan ataupun tidak langsung dari alam, tetapi memberikan jasa-jasa yang sangat berguna bagi perusahaan. Sebagai contoh adalah kegiatan yang dilakukan oleh para akuntan, ilmiawan, polisi dan sebagainya.
2.2.3 Sumber-sumber Ekonom
          Pada pokoknya, sumber-sumber ekonomi (Faktor-faktor Produksi) yang digunakan oleh perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam, manusia, uang, material, metode. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
-Manusia (Men)
Manusia disini tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja di perusahaan, namun juga berperan sebagi konsumen dari produk perusahaan. Pada masa sekarang harus diusahakan agar tenaga kerja betul-betul menjadi teman atau pasangan bagi perusahaan untuk  mencapai tujuan perusahaan, sebab meskipun sudah banyak digunakan mesin-mesin tetapi faktor manusia masih tetap berperan di dalamnya. Perusahaan perlu memperhatikan bagaiman cara mengelolah tenaga kerja sebaik-baiknya.

-Uang (Money)
Uang atau modal usaha yaitu sejumlah uang atau barang yang dibeli dengan uang tersebut untuk membuat  produk yang lain. Barang modal disini adalah: Mesin, peralatan pabrik, alat transportasi, dll. Untuk itu, perusahaan harus mengusahakan bagaimana keuangan perusahaan dapat dikelola dengan cermat.
-Material (Materials)
Material ini sangat berpengaruh sekali terhadap kelancaran proses produksi, sebab merupakan faktor pendukung utama dalam proses produksi. Termasuk disini adalah bahan baku, bahan pembantu, tanah untuk proses produksi serta bahan lain sebagimana penunjang proses produksi.
-Metode
Yaitu merupakan suatu pelaksana kerja produktif misalkan pengambilan keputusan, pemberian ide atau inisiatif dan pemikiran yang kesemuanya itu ditujukan agar pengelolaan sumber-sumber ekonomi dapat berjalan lancer. Singkatnya didalam metode ini ialah pelaksanaan manajemen dalam perusahaan. Bagaimana agar dengan sumber ekonomi yang da serba terbatas itu dapat diwujudkan barang atau jasa yang dapat memuaskan konsumen serta member keuntungan bagi perusahaan. Sekarang ini, pemuasan kebutuhan masyarakat akan dapat tercapai apabila didukung oleh sistem pelayanan yang baik dari pihak perusahaan.
2.2.4 Kebutuhan
          Pengertian kebutuhan meliputi kebutuhan akan barang dan jasa. Sebuah perusahaan tidak akan dapat memenuhi semua kebutuhan manusia, melainkan hanya sebagian saja. Sedang sebagian yang lain dipenuhi oleh perusahaan yang lain pula.
2.2.5 Cara yang Menguntungkan
Agar tujuan perusahaan tercapai, maka semua aktivitas yang dilakukan harus menggunakan cara-cara yang menguntungkan, artinya cara-cara yang ditempuh tersebut harus memperhatikan prinsip efisiensi, namun cara yang ditempuh perusahaan berbeda. Perbedaan ini terletak pada:

-Bidang Operasi
Perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan (manufastur), perakitan (assembling), atau di bidang jasa, seperti: perbankan, pengangkutan, dll.
-Alat Produksi
Digunakan oleh perusahaan manufaktur berlainan dengan alat produksi yang dipakai oleh perusahaan perakitan, perdagangan atau jasa.
-Tujuan Perusahaan
Bergantung pada keinginan para pemilik atau sebagian besar dari penanam modal.

2.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN IKLIM BISNIS
                Beberapa hal lagi perlu dipahami dalam kaitannya dengan sistem bisnis. Kita harus melihat hal-hal dan trend-trend nasional yang mempengaruhi iklim bisnis dari waktu ke waktu.
          Contoh yang paling ekstrim adalah terjadinya depresi yang hebat di Amerika Serikat pada tahun 1929. Negara-negara yang menderita  akibat depresi  yang dialami akan menyebabkan:
(a) melonjaknya tingkat pengangguran, artinya banyak orang yang kehilangan pekerjaan.
(b) banyak keluarga yang ”kehilangan” rumahnya.
(c) banyak simpanan di bank yang ikut lenyap karena bangkrutnya bank yang bersangkutan.
 (d) banyak perusahaan yang gulung tikar.
          John Maynard Keynes telah memberikan tinjauan tentan cara penyembuhan derita akibat depresi. Ia memandang bahwa tingkat kegiatan bisnis di sebuah sistem kapitalis tergantung pada kemauan para wiraswasta untuk menanamkan modal.
Ø  INVESTASI
Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru. Uang yang dikeluarkan untuk investasi baru tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perekonomian. Dalam kenyataan, pengaruh tersebut lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang beredar langsung pada investasi.
Ø  TABUNGAN
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menentukan kuat lemahnya multiplier. Semakin banyak tabungan berarti semakin sedikit pengeluaran dan semakin lemah multiplier tersebut. Tetapi, tabungan itu juga menjadi sumber untuk investasi modal di masa mendatang.
Ø  PEMERINTAH
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis. Pemerintah mempunyai 2 kbijakan yaitu, kebijakan fiskal dan moneter. Melalui 2 kebijakan ini dapat mempengaruhi kegiatan bisnis, yaitu :
à Kebijakan Fiskal digunakan untuk mempengaruhi permintaan dengan meningkatkan pajak (mengurangi permintaan) atau meningkatkan pengeluaran  pemerintah (meningkatkan permintaan)
à Kebijakan Moneter berkaitan dengan pengelolaan supply uang untuk meningkatkan atau menurunkan permintaan.





2.4. PROBLEMA BISNIS YANG DIHADAPI SAAT INI
Tiga persoalan yang selalu mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat karena dapat mempengaruhi setiap konsumen dalam sistem bisnis kita adalah sebagai berikut :

-          INFLASI
Pada masa Pemerintah Orde Lama, tingkat inflasi di Indonesia cukup tinggi yang mencapai beberapa ratus persen. Mulai tahun 1970 an keadaannya jauh lebih karena pemerintah waktu itu dapat menekan tingkat inflasi.
Inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Para ekonom merasa bahwa inflasi itu merupakan suatu proses yang membatasi diri. Hal ini disebabkan oleh adanya ketidak-seimbangan antara permintaan dengan penawaran barang dan jasa. Jika permintaan turun atau penawaran meningkat, seharusnya tingkat inflasi lebih rendah.

-          PRODUKTIVITAS
Produktivitas adalah keluarnya barang dan jasa per unit tenaga kerja. Untuk meningkatakan produktivitas, orang tidak cukup hanya dengan bekerja keras, tetapi juga memerlukan peralatan dan metode kerja yang lebih baik.

- PENGANGGURAN
Pada umumnya pemutusan hubungan kerja ini terjadi karena perusahaan tidak mampu lagi membayar mereka sebagai akibat turunnya penghasilan (dari penjualan) secara dratis. Namun tidak mustahil jika kondisi perekonomian membaik yang berpangaruh juga pada kondisi perusahaan, maka pemutusan hubungan kerja ini dapat dibatalkan.

PERSONALIA

PENGERTIAN PERSONALIA

Personalia berkaitan dengan fungsi ketiga dari manajemen yaitu menentukan tipe orang yang harus dipekerjakan, merekrut calon karyawan, memilih karyawan, menetapkan standar prestasi, memberikan kompensasi kepada karyawan, mengevaluasi prestasi, memberikan konseling kepada karyawan, melatih dan mengembangkan karyawan.
Personalia yaitu para manajer mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang untuk melaksanakan berbagai pekerjaan, atau dengan kata lain manajer tidak akan bekerja sendiri. Artinya mengelola sumber daya manusia bukan mengelola financial, material.
Psikologi personalia adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia serta aktivitas di dalam mengelola SDM yang mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan dan pengarahan.

v  PENGERTIAN PERSONALIA MENURUT BEBERAPA AHLI
·         Prof. Edwin B. Filippo,
Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat.
·         Wendle French
Penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan SDM untuk mencapai tujuan individu dalam organisasi.

Kesimpulan:
Penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan SDM untuk mencapai tujuan individu maupun organisasi.

PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI


v  MACAM-MACAM PERSONALIA
Sesuai dengan fungsinya, pada dasarnya di dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja, yakni :
·         Tenaga eksekutif
Yang mempunyai dua tugas pokok ialah mengambil berbagai keputusan dan melaksanakan fungsi organic manajemen : merencanakan , mengorganisasikan , mengarahkan , mengkoordinir dan mengawasi. Tenaga demikian ini harus merupakan tenaga yang ahli dalam bidangnya, menguasai manajemen dengan baik dan mempunyai misi ke depan dengan baik pula.
·         Tenaga operatif
Merupakan tenaga terampil, yang menguasai bidang pekerjaannya, sehingga setiap tugas yang dibebankan kepadanya dapat dilaksanakan dengan baik. Tenaga operatif dibagi jadi 3 :
a.      Tenaga terampil (skilled labor)
b.      Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
c.       Tenaga tidak terampil (unskilled labor)


v  SUMBER TENAGA KERJA

Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber berikut :
·         Dari dalam perusahaan : berasal dari promosi (kenaikan pangkat) atau transfer (pemindahan dari bagian lain) di dalam perusahaan.
·         Teman-teman para karyawan
·         Lembaga penempatan tenaga kerja
·         Lembaga pendidikan
·         Masyarakat umum





v  SELEKSI TENAGA KERJA

Agar supaya dapat diperoleh personalia sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan, maka perlu adanya seleksi terlebih dahulu.
·         Penentuan jenis (kualitas) tenaga kerja.
Syarat yang harus dipenuhi antara lain :
a.      Batas minimum-maksimum usia
b.      Pendidikan minimal yang dimiliki
c.       Pengalaman kerja yang telah diperoleh
d.      Bidang keahlian yang dimiliki
e.      Keterampilan lain yang dimiliki
f.        Pengetahuan-pengetahuan lainnya

·         Penentuan jumlah tenaga kerja
Penentuan jumlah tenaga kerja ini meliputi dua hal pokok , yakni :
a.      Analisa beban kerja yang meliputi : peramalan penjualan (sales forecast) , penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk membuat satu unit barang.
b.      Analisa tenaga kerja untuk menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode tertentu.

·         Proses seleksi
Setelah penentuan kualitas dan jumlah tenaga kerja selanjutnya yaitu proses seleksi……
a.      Pengisian formulir
b.      Wawancara pendahuluan
c.       Psycho-test : aptitude test, achievement test, interest test, personality test, IQ test (intelegensia quotient)
d.      Wawancara lanjutan
e.      Pengujian referensi
f.        Pengujian kesehatan
g.      Masa orientasi







v  PENGEMBANGAN KARYAWAN

Para karyawan baru maupun yang sudah bekerja masih perlu pula dikembangkan lebih lanjut. Itu ditujukan dengan harapan sebagai berikut :
a.      Tingkat produktifitas bertambah
b.      Mengurangi tingkat kecelakaan
c.       Mengurangi besarnya scrap (kerusakan hasil)
d.      Meningkatkan gairah kerja

Pada dasarnya ada 2 metode pengembangan karyawan, yakni :
a.      Dilaksanakan di dalam dan oleh perusahaan sendiri (on the job training)
b.      Dilaksanakan di luar dan oleh lembaga lain (off the job training)


v  KOMPENSASI

Kompensasi adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada para karyawan atas konstribusi tenaganya yang telah diberikannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Kompensasi dapat berupa upah dan gaji. Dalam masalah pengupahan ini, terdapat 3 macam teori upah ekonomi, yaitu :
1.      Teori Pasar
Konsep ini menganggap bahwa upah ditentukan oleh hasil proses perundingan antara karyawan sebagai penjual tenaga dengan manajemen sebagai pembelinya.
2.      Teori standard hidup
Teori ini menyatakan bahwa upah harus dapat memberikan jaminan kepada buruh untuk menikmati hidup dengan layak.
3.      Teori kemampuan untuk membayar
Teori ini mempunyai anggapan bahwa tingkat pembayaran harus didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk membayar.

v  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UPAH

Besar kecilnya tingkat upah bagi buruh, dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :
·         Pasar   tenaga kerja
·         Tingkat upah yang berlaku di daerah yang bersangkutan
·         Tingkat keahlian yang diperlukan
·         Situasi laba perusahaan
·         Peraturan pemerintah
v  METODE PENGUPAHAN

Berikut ini metode pengupahan :
·         Upah langsung (straight salary)
Merupakan bentuk pembayaran upah yang paling sederhana. Pada umumnya diwujudkan dalam bentuk sejumlah uang.
·         Gaji (wage)
·         Upah satuan (piece work)
Pada metode ini upah yang dibayarkan kepada karyawan menurut jumlah produk yang dihasilkan.
·         Komisi
Merupakan jumlah uang yang dibayarkan untuk setiap jenis barang yang terjual.
·         Premi shift kerja (shift premium)
Merupakan upah yang diberikan pada karyawan karena bekerja di luar jam bekerja normal.
·         Tunjangan tambahan
Untuk menarik agar supaya karyawan bersedia bekerja di perusahaan dalam waktu yang lama.


v  UPAH INSENTIF

Upah insentif adalah untuk mendorong karyawan agar bekerja dengan lebih produktif. Karakteristik pokok dari upah insentif yang baik adalah :
1.      Harus menunjukkan penghargaan kepada karyawan atas produktifitas mereka.
2.      Harus dapat dipakai untuk mencapai tujuan produktif per karyawan secara layak.
3.      Tambahan upah yang diperoleh karyawan harus paling sedikit diseimbangkan dengan biaya produksi terendah.


v  MACAM-MACAM BENTUK UPAH INSENTIF

1.      Full Participation Plan
Merupakan upah insentif bagi karyawan pabrik dimana kegiatan ekstra pada tugas mereka, dapat menghasilkan produk tambahan.
2.      Group Insentif Plan
Insentif ini diberikan pada karyawan bilamana terbukti mereka dapat menunjukkan hasil yang menguntungkan seperti :
a.      Peningkatan produktifitas
b.      Penurunan biaya tenaga kerja per unit
c.       Perbaikan kualitas produk
d.      Pengurangan tingkat kerusakan produk yang dihasilkan

HUBUNGAN PERBURUHAN


v  HUBUNGAN PERBURUHAN PANCASILA

Hubungan perburuhan ini terjadi karena antara buruh di satu pihak dan manajemen di lain pihak, saling membutuhkan satu sama lain. Karayawan adalah manusia yang hak asasinya harus dilindungi. Bilamana terjadi adanya ketidaksepakatan antara buruh dan manajemen, buruh mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan mereka, yaitu :
1.      Boikot, misalnya dengan menolak membeli barang-barang hasil produksi perusahaan.
2.      Pemogokan, merupakan cara yang ditempuh oleh buruh dengan berhenti bekerja baik dalam waktu singkat/lama, sehingga menurunkan kondisi perekonomian perusahaan.
3.      Penghasutan, dengan cara mencegah orang lain menjalankan tugas / mengajak untuk ikut mogok.
4.      Memperlambat kerja, ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah produksi yang dihasilkan.


v  PERJANJIAN KERJA BERSAMA

Dimuka, telah disinggungkan bahwa pada umumnya buruh dalam posisi lemah. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah ini, cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan perjanjian kerja bersama. Dengan adanya perjanjian ini, buruh mempunyai kekuatan untuk dapat turut menentukan isi perjanjian tersebut.


v  HAK-HAK BURUH

Materi-materi buruh yang dapat dicantumkan ke dalam perjanjian kerja bersama, antara lain :
a.      Besarnya gaji minimal yang harus diterima buruh beserta kenaikannya.
b.      Tunjangan-tunjangan yang harus diterima.
c.       Hak untuk mendapat santunan kecelakaan di tempat kerja.
d.      Hak untuk mendapat promosi dengan system penilaian yang adil.
e.      Hak untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan melalui program training yang yang diberikan oleh perusahaan.
f.        Mendapatkan pesangon bila ia dipecat/keluar atas kemauan sendiri.
g.      Besarnya pesangon.


v  KEWAJIBAN BURUH

·         Datang bekerja tepat pada waktunya.
·         Menjaga ketertiban dan suasana kerja serasi.
·         Berusaha meningkatkan produktifitas.
·         Mengikuti peraturan yang diterapkan oleh perusahaan.
·         Berusaha untuk selalu dapat melakukan penghematan untuk dapat menekan biaya produksi.
·         Menyumbangkan gagasan-gagasan yang bermanfaat untuk kelancaran jalannya isaha dan penekanan biaya produksi.
·         Bekerja sesuai yang digambarkan dalam deskripsi jabatan.


v  HAK PENGUSAHA

·         Hak untuk mengevaluasi kerja karyawan menurut tata cara yang telah disepakati.
·         Hak memilih seseorang yang dianggap baik untuk menjadi pimpinan.
·         Hak untuk menegur, bila terdapat karyawan yang dipandang bertindak menyimpang sehingga merugikan perusahaan.
·         Hak memberi promosi dan devisi kepada karyawan.
·         Hak untuk memecat sesuai dengan prosedur yang berlaku.


v  KEWAJIBAN PENGUSAHA

·         Memberikan semua hak karyawan yang telah disepakati bersama.
·         Memperlakukan semua karyawan dengan adil.
·         Memberikan fasilitas-fasilitas kepada karyawan.


v  MACAM-MACAM PERJANJIAN KERJA

a.      Closed Shop Agreement
Perjanjian kerja semacam ini hanya berlaku bagi pekerja yang telah tergabung menjadi anggota serikat.
b.      Union Shop Agreement
Persetujuan ini mengharuskan kepada para pekerja untuk menjadi anggota serikat dalam periode waktu tertentu sesuadah mereka bekerja.
c.       Open Shop Agreement
Persetujuan ini memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjadi atau tidak anggota serikat.


v  KONFLIK DALAM HUBUNGAN KERJA

Penyelesaian ini dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut :
1.      Diselesaikan oleh mandor sebagai wakil perusahaan, bersama dengan wakil buruh dalam bagian itu.
2.      Bila cara 1 tidak berhasil, maka diselesaikan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu antara kepala bagian dengan wakil buruh bagian yang bersangkutan.
3.      Bila cara 2 tidak berhasil, maka diselesaikan oleh manajer wakil perusahaan dan wakil serikat buruh perusahaan tersebut.
4.      Apabila belum juga terselesaikan, masalah tersebut dibawa ke perundingan antara wakil perusahaan dan wakil buruh, yaitu Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan tingkat daerah.
5.      Apabila  belum terselesaikan, cara yang terakhir dilakukan oleh Dewan Arbitrasi.


v  PERANTARA DALAM PEMECAHAN KONFLIK

a.      Konsiliasi
Dengan cara mempertemukan kedua belah pihak, antara buruh dengan pengusaha, untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
b.      Mediasi
Pihak ketiga pada acara ini, hanya berwenang untuk memberikan saran-saran kepada kedua belah pihak bagaimana masalah harus dipecahkan.
c.       Arbitrasi
Sebagaimana telah dijelaskan dimuka, keputusan-keputusan yang diambil oleh arbitrator bersifat mengikat kedua belah pihak.

Macam-macam arbitrasi :
·         Arbitrasi Sukarela
Suatu cara pemecahan konflik yang macet, dengan secara sukarela kedua belah pihak membawa masalah tersebut kepada arbitrator.
·         Arbitrasi Paksaan
Suatu keharusan yang berlaku, baik bagi pihak buruh maupun pengusaha, untuk menyelesaikan konflik melalui arbitrator.
·         Arbitrasi Otomatis
Cara ini dilakukan apabila setiap kali terjadi masalahyang tidak terselesaikan maka langsung dibawa ke arbitrator.


v  LEMBAGA-LEMBAGA BIPARTITE DAN TRIPARTITE

·         Lembaga Bipartite mendasarkan diri pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan merupakan tanggung jawab kedua belah pihak, yaitu pihak buruh dan pengusaha dan harus diselesaikan oleh mereka sendiri.
·         Lembaga Tripartite mendasarkan pada pengertian bahwa setiap masalah yang timbul dari hubungan perburuhan adalah merupakan tanggung jawab buruh, pengusaha, dan masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah.


v  MENCEGAH KONFLIK

Jika tidak mungkin menghindarkan sama sekali dari konflik tersebut, maka cara yang dapat ditempuh adalah mencegahnya, melalui berbagai cara sebagai berikut :
·         Melaksanakan lembaga keluhan dengan baik
Menampung keluhan-keluhan yang disampaikan oleh buruh, kemudian berusaha untuk mengatasinya dengan tuntas.
·         Menyelenggarakan lembaga bimbingan dan penyuluhan
Setiap keresahan buruh bias menyebabkan gangguan psychologik. Masalah demikian ini hanya dipecahkan melalui masing-masing individu oleh suatu lembaga yang dikenal dengan nama bimbingan dan penyuluhan yang ditangani oleh para ahli psychology.
·         Mengikut-sertakan buruh dalam pengambilan keputusan
Dengan peran serta semacam ini, akan memberi pengaruh psychologik kepada buruh untuk mensukseskan semua program perusahaan.